SUBMISSION: ngeyeliyajolie. Thank you.
A lady in Mirota Batik, Yogyakarta, doing mbatik or making batik.
SUBMISSION: ngeyeliyajolie. Thank you.
A lady in Mirota Batik, Yogyakarta, doing mbatik or making batik.
SUBMISSION: belindch. Thank you, sister.
WARAK NGENDOG (captured at Central Java Parade) - a mythical creature from Semarang, Central Java. Usually made a few days before Ramadhan (holy month for moslem), as the closing of dugderan (a traditional festival to celebrating ramadhan). This creature is believed to represent 3 different ethnics which live in Semarang: Javanese, Arabian, and Chinese. We can see the head is like dragon head (Chinese), while the body is the combination of buraq (a special animal resembling the winged horse with a human head believed to take Prophet Muhammad to Sidratil Muntaha ~> Arabian) and goat (Javanese).
The word warak comes from wara’i (Arabian) which means holy. Ngendog (laying egg) symbolized as the reward of a person having previously obtained through the scriptures. So, warak ngendog can be defined as those who maintain the sanctity of Ramadan, one day at the end of the month will be rewarded on the Day of Eid.
SUBMISSION: catyandaruhermadytha. Thank you.
Nice and peaceful atmosphere at Situ Patengan, Ciwidey, West Java, Indonesia.
SUBMISSION and PHOTO by: redagalih. Thank you.
Just Watching. Sebuah tari daerah Sumatra Utara oleh Unit Kebudayaan Sumatera Utara ITB dalam Pagelaran Seni Budaya ITB. Banyak penonton yang antusias menyaksikan.
Masih banyak kok yang cinta budaya Indonesia, tapi lebih banyak yang hanya bisa menonton daripada memperagakan.
SUBMISSION: fikas. Thank you.
Lawang Sewu (Thousand Doors), Semarang, Central Java, Indonesia.
SUBMISSION: namanyajuga-2ko. Thank you.
Tawur Agung Kesanga, one of holy processions for celebrating Nyepi or Day of Silence, Sakka 1934 new year.
Prambanan Temple, Yogyakarta, Indonesia.
SUBMISSION: musezarch. Thank you.
Mt. Tangkuban Perahu, West Java, Indonesia.
SUBMISSION: kuudew. Thank you.
Mengenang Peristiwa Bandung Lautan Api, 24 Maret 1946.
Bandung Lautan Api, WS Rendra
Bagaimana mungkin kita bernegara
Bila tidak mampu mempertahankan wilayahnya
Bagaimana mungkin kita berbangsa
Bila tidak mampu mempertahankan kepastian hidup bersama?
Itulah sebabnya…
Kami tidak ikhlas menyerahkan Bandung kepada tentara Inggris dan akhirnya kami bumi hanguskan kota tercinta itu sehingga menjadi lautan api
Kini batinku kembali mengenang udara panas yang bergetar dan menggelombang, bau asap, bau keringat
Suara ledakan dipantulkan mega yang jingga, dan kaki langit berwarna kesumba
Kami berlaga memperjuangkan kelayakan hidup umat manusia
Kedaulatan hidup bersama adalah sumber keadilan merata yang bisa dialami dengan nyata
Mana mungkin itu bisa terjadi di dalam penindasan dan penjajahan
Manusia mana akan membiarkan keturunannya hidup tanpa jaminan kepastian?
Halaman Museum Sri Baduga, Bandung, Jawa Barat Indonesia.
SUBMISSION: simpanganmaksimal. Thank you.
Sam Poo Kong Temple, Semarang, Central Java, Indonesia.
SUBMISSION: preciousmosaic. Thank you.
At view point Bromo Tengger Semeru National Park, East Java, Indonesia.
Submission: ramahe. Thank you.
Jembatan Ampera, Palembang, Sumatra Selatan, Indonesia.
SUBMISSION: adrkrist. Thank you.
Beras Basah Beach, Bontang, East Kalimantan, Indonesia.
SUBMISSION: kampuskemarau. Thank you.
Flash Mob Positive Jakarta at Monas, Jakarta, Indonesia.
December 11, 2011.