Gambang Suling, one of Indonesian famous traditional songs, by James Chu. Taken from the album Javanova which combines Javanese song with bossanova music.
Gambang Suling, one of Indonesian famous traditional songs, by James Chu. Taken from the album Javanova which combines Javanese song with bossanova music.
Keroncong Kemayoran, Keroncong In Lounge
Jakarta folksong
Lalalala dari mana datangnya lintah?
Jiwa manis indung disayang
Lalalala oh darilah sawah, darilah sawah turun ke kali
Dari mana datangnya cinta?
Darilah mata turun ke hati
Lalalala laju laju perahu laju
Jiwa manis indung disayang
Lalalala oh laju sekali, laju sekali ke Surabaya
Berenang di pinggir kali
Dengar keroncong enak sekali
Lalalala kalaulah susah karena tuan
Jiwa manis indung disayang
Lalalala oh tidaklah sampai, tidaklah sampai saya kemari
Cuci-cuci di pinggir sumur
Kawan sejati tak akan luntur
Lalalala boleh lupa kain dan baju
Jiwa manis indung disayang
Lalalala oh janganlah lupa, janganlah lupa kepada saya
Keladi dalam almari
Yang baik budi yang saya cari
Kedondong di atas peti
Ini keroncong mohon berhenti
Bengawan Solo, Bossanova Jawa
ciptaan Gesang (1940)
Bengawan Solo riwayatmu kini
Sedari dulu jadi perhatian insani
Musim kemarau tak seberapa airmu
Di musim hujan, air meluap sampai jauh
Mata airmu dari Solo terkurung Gunung Seribu
Air mengalir sampai jauh akhirnya ke laut
Itu perahu riwayatnya dulu
Kaum pedagang selalu naik itu perahu
Zamrud Khatulistiwa, Chrisye
Aku bahagia hidup sejahtera di Khatulistiwa
Alam berseri-seri bunga beraneka
Mahligai rama-rama, bertajuk cahaya jingga
Surya di cakrawala
Slalu berseri alam indah permai di Khatulistiwa
Persada senyum tawa, hawa sejuk nyaman
Wajah pagi rupawan, burung berkicau ria
Bermandi embun surga
Syukur kehadirat Yang Maha Pencipta
Atas anugerah-Nya tanah nirmala
Bersuka cita insan di persada yang aman sentosa
Damai makmur merdeka di setiap masa
Bersyukurlah kita semua
Slalu berseri, alam indah permai di Indonesia
Negeri tali jiwa hawa sejuk nyaman
Wajah pagi rupawan, burung berkicau riang
Bermandi embun surga
Syukur kehadirat Yang Maha Kuasa
Atas anugerah-Nya tanah bijana
Bersuka cita insan di negara yang bebas merdeka
Rukun damai sentosa di setiap masa
Bersatulah kita semua
Aku bahagia, di Khatulistiwa
Aku bahagia, di Khatulistiwa
Bagimu Negeri cipt. Kusbini
Padamu negeri kami berjanji
Padamu negeri kami berbakti
Padamu negeri kami mengabdi
Bagimu negeri jiwa raga kami
Ondel-Ondel, Benyamin Sueb
Nyok kite nonton ondel-ondel
Nyok kite ngarak ondel-ondel
Ondel-ondel ade anaknye
Anaknye jigel ter-iteran
Mak bapak ondel-ondel ngibing
Ngarak penganten disunatin
Goyangnye asik dut-ndutan
Nyang ngibing gel-igelan
Plak dumbang dumplak plak plak gendang nyaring ditepak
Nyang ngiringin nandak pade surak surak
Tangan iseng jailin kepale anak ondel-ondel
Taroin puntungan rambut kebakaran
Anak ondel-ondel jejingkrakan
Kepalenye nyale bekobaran
Nyang nonton pade kebingungan
Disiramin air comberan
Dirgahayu Jakarta, 484 tahun.
LINK SUBMISSION: heyshofy. Thank you.
Ibu Kita Kartini feat. Les Paul on Google Doodle.
(video by adziq)
Cinta Indonesia, Vina Panduwinata featuring Swara Mahardika
Cinta, cinta, cinta Indonesia
Negeri bagaikan permata
Persada bermandi cahaya (gemilang)
Oh tanah air beta nan elok rupawan
Inilah senandung pujaan
Cinta, cinta, cinta Indonesia
Laut nan membiru terbentang
Di langit bertaburan bintang (benderang)
Oh ibu pertiwiku nan elok rupawan
Inilah lagu persembahan
Ya Tuhan kudengar bisikmu
Di kesyahduan suara seruling kala malam yang hening
Menggugah jiwaku menyadarkanku senantiasa setia mengabdi berbakti
Dan aku pun berseru
Cinta, cinta, cinta Indonesia
Padamu beta t’lah menyatu
Padamu beta kan setia (membela)
Oh tanah tumpah darah nan suci mulia
Inilah janjiku padamu
Soleram, Elfa’s Singers
Riau folksong
Soleram soleram
Soleram anak yang manis
Anak manis janganlah dicium, Sayang
Kalau dicium merahlah pipinya
Satu dua tiga dan empat
Lima enam dalam jambangan
Kalau Tuan dapat kawan baru, Sayang
Kawan lama ditinggalkan jangan
Bendera, Cokelat
Biar saja ku tak sehebat matahari
Tapi selalu kucoba tuk menghangatkanmu
Biar saja ku tak setegar batu karang
Tapi selalu kucoba tuk melindungimu
Biar saja ku tak seharum bunga mawar
Tapi selalu kucoba tuk mengharumkanmu
Biar saja ku tak seelok langit sore
Tapi selalu kucoba tuk mengindahkanmu
Kupertahankan kau demi kehormatan bangsa
Kupertahankan kau demi tumpah darah
Semua pahlawan-pahlawanku
Merah putih teruslah kau berkibar
Di ujung tiang tertinggi di Indonesiaku ini
Merah putih teruslah kau berkibar
Di ujung tiang tertinggi di Indonesiaku ini
Merah putih teruslah kau berkibar
Ku kan selalu menjagamu
Chrisye, Negeriku
Mentari pagi sinari sukma
Terangi bumi hangatkan cinta
Satukan tekad hasrat, bangkitkan jiwa
Jalan masih terbentang jauh tuk menggapai segala harapanOh negeriku, negeri cintaku
Selalu ada dalam hatiku
Cinta negeriku, kau bangkitkan semangat hidup selaluSatukan raga junjunglah cita
Peneguh hati penyatu jiwa
Capailah angan dengan segenap rasa
Demi kedamaian dalam kasih abadi sepanjang masaOh negeriku, negeri cintaku
Selalu ada dalam hatiku
Cinta negeriku, kau bangkitkan semangat hidup selalu
Rayuan Pulau Kelapa cipt. Ismail Marzuki
Tanah airku Indonesia, negeri elok amat kucinta
Tanah tumpah darahku yang mulia, yang kupuja sepanjang masa
Tanah airku aman dan makmur, pulau kelapa yang amat subur
Pulau melati pujaan bangsa, sejak dulu kala
Melambai-lambai nyiur di pantai
Berbisik-bisik raja kelana
Memuja pulau yang indah permai
Tanah airku Indonesia
Kebyar-Kebyar, Gombloh
Indonesia …
Merah darahku, putih tulangku
Bersatu dalam semangatmu
Indonesia …
Debar jantungku, getar nadiku
Berbaur dalam angan-anganmu
Kebyar-kebyar, pelangi jingga
Biarpun bumi bergoncang
Kau tetap indonesiaku
Andaikan matahari terbit dari barat
Kaupun tetap indonesiaku
Tak sebilah pedang yang tajam
Dapat palingkan daku darimu
Kusingsingkan lengan
Rawe-rawe rantas
Malang-malang tuntas
Denganmu …
Indonesia …
Nada laguku, simfoni perteguh
Selaras dengan simfonimu