SUBMISSMION: disinisenang. Thank you.
Kambira, pohon pemakaman bayi.

Bayi punya pemakaman unik. Mereka yang meninggal sebelum memiliki  gigi akan dikuburkan di dalam sebatang pohon. Orang Toraja memilih pohon  khusus berjenis kayu tarra’ yang rimbun dan tinggi menjulang. Inilah  Kambira. Kambira terletak di Desa/Lembang Buntu, Sangalla, Tana Toraja,  Sulawesi Selatan, Indonesia. Berjarak sekitar 23 kilometer sebelah  selatan kota Rantepao atau 9 kilometer sebelah barat kota Makale. Bayi  yang meninggal diletakkan dalam keadaan berlutut menghadap keluar dan  dibalut kain putih. Lubang-lubang yang dibuat dengan cara memahatnya itu  kemudian ditutup dengan ijuk. Pohon tarra merupakan jenis pohon yang  besar dengan garis lingkar mencapai delapan meter. Pemakaman bayi ke  dalam batang pohon ini diiringi dengan prosesi adat, termasuk dengan  memotong seekor babi jantan yang berwarna hitam. Lubang-lubang itu  selalu berlawanan arah dari perkampungan karena demikianlah aturan  adatnya. Uniknya, kendati berisi mayat, situs itu tidaklah berbau  busuk. Kambira dapat diakses dari Rantepao maupun Makale dengan  kendaraan pribadi, atau fasilitas transportasi hotel. Untuk masuk lokasi  situs ini, wisatawan dikenai biaya sebesar Rp 5.000 sebagai kontribusi  untuk perawatan. 
sumber

SUBMISSMION: disinisenang. Thank you.

Kambira, pohon pemakaman bayi.

Bayi punya pemakaman unik. Mereka yang meninggal sebelum memiliki gigi akan dikuburkan di dalam sebatang pohon. Orang Toraja memilih pohon khusus berjenis kayu tarra’ yang rimbun dan tinggi menjulang. Inilah Kambira. Kambira terletak di Desa/Lembang Buntu, Sangalla, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Indonesia. Berjarak sekitar 23 kilometer sebelah selatan kota Rantepao atau 9 kilometer sebelah barat kota Makale. Bayi yang meninggal diletakkan dalam keadaan berlutut menghadap keluar dan dibalut kain putih. Lubang-lubang yang dibuat dengan cara memahatnya itu kemudian ditutup dengan ijuk. Pohon tarra merupakan jenis pohon yang besar dengan garis lingkar mencapai delapan meter. Pemakaman bayi ke dalam batang pohon ini diiringi dengan prosesi adat, termasuk dengan memotong seekor babi jantan yang berwarna hitam. Lubang-lubang itu selalu berlawanan arah dari perkampungan karena demikianlah aturan adatnya. Uniknya, kendati berisi mayat, situs itu tidaklah berbau busuk. Kambira dapat diakses dari Rantepao maupun Makale dengan kendaraan pribadi, atau fasilitas transportasi hotel. Untuk masuk lokasi situs ini, wisatawan dikenai biaya sebesar Rp 5.000 sebagai kontribusi untuk perawatan. 

sumber
  1. torajaid reblogged this from beingindonesian and added:
    Pohon pemakaman bayi @kambira Toraja
  2. indonesiaindah reblogged this from beingindonesian and added:
    #indonesiaindah www.gotraveltoindonesia.blogspot.com
  3. dindonesia reblogged this from beingindonesian
  4. nawirisme reblogged this from beingindonesian
  5. warmbuttermelts reblogged this from beingindonesian
  6. crescenthemum reblogged this from beingindonesian
  7. dhee2910 reblogged this from nessya
  8. nessya reblogged this from beingindonesian
  9. magicinmyblood reblogged this from beingindonesian
  10. graciareginaaie reblogged this from khatulistiwa
  11. khatulistiwa reblogged this from beingindonesian
  12. ginamaulida reblogged this from beingindonesian
  13. kinkymonkey reblogged this from auroracosmicjisms and added:
    My hometown
  14. saemed-jaejoong reblogged this from beingindonesian
  15. auroracosmicjisms reblogged this from beingindonesian and added:
    Kambira, the Infant Tree Cemetery Toraja, South Sulawesi, Indonesia. (translated) Infants have a unique funeral system....
  16. thealaysundayist reblogged this from beingindonesian
  17. electricacidic reblogged this from beingindonesian
  18. happyippie reblogged this from beingindonesian
  19. faverre reblogged this from beingindonesian
  20. luna9ravita reblogged this from beingindonesian
  21. tixtiii reblogged this from beingindonesian
  22. aaminudin reblogged this from beingindonesian
  23. ledvard reblogged this from beingindonesian
  24. w0nkyu reblogged this from beingindonesian
  25. disinisenang submitted this to beingindonesian